0 %
10 ways to improve leadership skills
Inspiration | 28/09/2015

10 Ways to Improve Your Leadership Skills

by: Laiqa Magazine

10 ways to improve leadership skills

Setelah sekian tahun berkecimpung di dunia profesional, terlihat makin jelas bahwa kemampuan akademis hanyalah sepersekian dari apa yang dibutuhkan untuk sukses di dunia kerja. Kenyataannya tidak semua orang bisa menjadi leader atau pemimpin, karena tidak semua orang mempunyai leadership skills atau kemampuan memimpin yang baik. Sehingga begitu dipromosikan ke jabatan dimana dia harus memimpin sebuah tim, hasilnya menjadi tidak maksimal.

Saya percaya seorang pemimpin, atau leader, itu diasah – dan bukan dilahirkan. Mungkin ada orang-orang yang memiliki bakat kepemimpinan sejak lahir, tapi tetap saja bagaimana kita mengembangkan kemampuan itu yang akhirnya akan mengambil peranan penting terhadap apakah kita akan menjadi seorang leader yang baik atau tidak.

Semakin cepat kita mengasah leadership skills kita, akan semakin baik – karena akan ada banyak waktu untuk berlatih. Coba terapkan prinsip-prinsip ini untuk mulai meningkatkan leadership skills kita.

1. Percaya diri, tapi jangan sampai berkesan angkuh.

Pada saat mengutarakan suatu pemikiran kepada orang lain, bicaralah dengan penuh keyakinan. Pastikan kamu mengerti benar apa yang kamu bicarakan, perluas wawasan supaya lebih bisa berinteraksi dengan lebih banyak orang

2. Punya sudut pandang sendiri

Leadership banyak kaitannya dengan visi kita. Penting bagi kita untuk selalu punya sudut pandang akan segala hal, bukan hanya mengikuti arus apa yang dikatakan orang lain.

3. Jangan Ekslusif

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu bisa menarik orang untuk bergabung ke dalam timnya. Hal ini bisa dilakukan dengan menunjukkan komitmen kita ke orang lain untuk mencapai suatu tujuan yang baik

4. Jangan takut mengambil resiko

Kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.  Apabila gagal pun, itu akan menjadi bahan pelajaran yang berharga untuk kita sehingga kita bisa mengetahui batasan-batasan yang mungkin masih kita miliki. Tentunya keterbatasan ini akan semakin berkurang seiring dengan makin bertambahnya pengalaman kita.

5. Kenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, dan anak buah kamu.

Menjadi seorang pemimpin bukan berarti kita yang paling pintar dibandingkan anak buah yang lain, tapi kelebihan kita adalah bisa mengatur orang dan memanfaatkan kemampuan masing-masing orang secara optimal untuk mencapai tujuan.

6. Usahakan untuk selalu objektif

Pasti tidak suka kan kalau menjadi anak buah seseorang yang selalu pilih kasih? Kalau kita ingin menjadi leader yang baik, kita pun harus latihan untuk selalu objektif, menilai orang dari hasil kerjanya, bukan karena kita suka atau tidak suka dengan orangnya.

7. Selalu cari solusi alternatif

Latih diri kita untuk senantiasa memutar otak mencari solusi alternatif terbaik untuk mencapai tujuan. Sebagai pemimpin yang baik, kita harus selalu menginspirasi tim untuk tidak hanya terpaku pada solusi yang baku. Ini akan membuat mereka lebih menghormati kita.

8. Selalu optimis!

Karena optimisme itu menular, dan lebih cepat menular dari atas ke bawa. Jadilah seseorang yang selalu optimis sehingga tim pun lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas mereka

9. Siap pasang badan untuk kesalahan anak buah

Seorang pemimpin yang baik akan selalu memberikan pujian atas keberhasilan tim ke anak buah, dan siap menerima kritik atas kesalahan anak buah seperti kesalahan kita sendiri, setidaknya di depan umum. Saat diskusi internal, tentu kita bisa memberikan masukan yang jujur untuk yang membuat kesalahan, tapi jangan pernah menyalah-nyalahkan anak buah di depan umum, karena itu hanya akan membuat nama kita tidak baik sebagai seorang leader.

10. Percayai naluri sendiri!

Ada saatnya kita harus mendengarkan pendapat orang lain, tapi ada saat dimana kita harus mendengarkan diri kita sendiri, karena pada dasarnya naluri leadership kita butuh diasah. Seandainya salah, paling tidak kita belajar untuk menajamkan naluri kita.

Pemimpin yang baik bukan dilahirkan melainkan diasah. Dan pengasahan ini periodenya tidak singkat, dan tidak bisa sekali jadi. Harus selalu ditajamkan ulang, dan kesadaran mengasahnya harus muncul dari diri sendiri. So let’s get set, get ready, and start leading the way!

Teks: Desy Bachir

Share this article

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>