0 %

Fashion Knowledge / CATEGORY ARCHIVES

Arti Label Perawatan Pakaian

Pernahkah kamu memperhatikan label pakaian yang kamu beli? Banyak simbol-simbol yang terkadang membingungkan kita. Apa saja arti label perawatan pakaian? Simak selengkapnya agar pakaian kesayanganmu tidak rusak karena salah perawatan.

IMG_3268

1. Simbol Temperatur

Simbol ini menunjukkan temperatur air maksimal yang boleh digunakan untuk mencuci. Jika tidak ada angka dalam lambangnya, maka artinya gunakan air besuhu ruangan untuk mencuci pakaian tersebut.

2. Simbol Pemutih

Simbol ini berhubungan dengan penggunaan pemutih. Pastikan membaca simbol ini dulu sebelum memutuskan menggunakan bleaching pada pakaianmu.

3. Simbol Pencucian

Ada beberapa pakaian yang hanya boleh dicuci dengan tangan. Jika kamu menggunakan mesin cuci, perhatikan juga intensitas putaran mesin cuci dari keterangan simbol ini.

4. Simbol Dry Clean

Untuk bagian ini, mungkin kita akan menyerahkannya kepada laundry. Tapi sebaiknya kamu menginngatkan laundry untuk mencucinya dengan bahan kimia tertentu sesuai dalam label.

5. Simbol Pengeringan

Panduan untuk mengeringkan pakaian ini digambarkan dengan logo lingkaran dalam persegi. Pakaian harus dikeringkan dengan suhu rendah bila hanya ada satu titik dalam lingkaran. Sedangkan jika ada tanda silang pada logo, berarti pakaian tidak boleh dikeringkan dengan mesin.

6. Simbol Suhu Setrika

Jika ada satu titik di dalam logo setrika, berarti pakaian disetrika dengan suhu rendah. Makin banyak titiknya, makin tinggi derajat suhunya. Bila gambar setrika diberi tanda silang artinya pakaian tidak boleh disetrika.

7. Simbol Pemerasan Pakaian

Tidak semua pakaian boleh diperas sehabis dicuci. Bila kita menemukan logo pakaian diperas yang disilang artinya kita dilarang untuk memeras pakaian tersebut.
b72d30fda5e494bfc96e450f4af6751b

Sejarah Jilbab Segi Empat Motif

by Layyinah Ayu Sukmaningrum

Berawal dari salah satu item yang digunakan wanita muslim untuk menutup aurat, jilbab segi empat atau scarf telah mengalami banyak perkembangan dan modifikasi. Mulai dari bahan, ukuran, dan motif, kreasi jilbab segi empat untuk lebaran semakin beragam. Awalnya, jilbab segi empat ini hanya berwana polos dan tidak bermotif, kreasinya hanya pada bahan, ukuran, dan warna.

Babushka_Parade-Moscow6

 

Wanita Rusia mengenakan babushka

Wanita-wanita Rusia kemudian mulai mengkreasikan babushka (cara memakai kerudung segi empat yang diikat di leher atau kepala) yang dipakainya menjadi kaya akan motif. Berawal dari situ, wanita yang mungkin sudah kodratnya menyukai fashion, mulai mengikuti trennya. Seperti halnya yang dilakukan oleh fashionita asal Rusia Mira Duma dan Ulyana Sergeenko yang seolah tak ingin meninggalkan identitasnya dengan memamadukan babushka sebagai pelengkap outfitnya.

b72d30fda5e494bfc96e450f4af6751b

Mira Dumaulyana-sergeenko-61-620x415

Ulyana Sergeenko

Membaca tren ini, Hermes mulai memproduksi scarf sutra bermotif unik. Popularitas scarf motif dari hermes ini kemudian disusul dengan kemunculan scarf ikonik yang diciptakan oleh Burberry. Wanita muslim eropa kala itu pun semakin fashionable dengan scarf yang banyak diluncurkan oleh brand-brand ternama. Dari sinilah tren jilbab segi empat motif menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia hingga sekarang. Walaupun tak sepopuler jilbab polos, jilbab segi empat motif cukup fleksibel dan dapat dipadupadankan dengan koleksi pakaian polos. Tak hanya dengan pakaian polos, jilbab segi empat motif juga akan tetap menarik jika dipadukan dengan pakaian bermotif dengan cara yang benar.

Di Indonesia saat ini sudah banyak motif jilbab segi empat bermunculan bahkan menjadi tren. Mulai dari motif tartan, garis, polkadot, floral, hingga abstrak mempercantik tampilan jilbab segi empat. Dari bahannyapun bervariasi seperti halnya santin atau silk yang sering ditemui pada jilbab segi empat. Cara untuk mengenakannya pun sangat beragam, jadi kamu tak perlu bingung tampilanmu akan membosankan dengan cara memakai jilbab segi empat untuk lebaran yang praktisKeunggulan lain dari jilbab segi empat ini adalah tampilannya yang elegan dan anggun saat dikenakan. Ingin tampil dengan jilbab segi empat satin motif nan cantik? Berikut beberapa inspirasi jilbab yang dapat kamu miliki.

allura

Allura

shop-here-button-05

silka by silka mitrasari

Silka by Silka Mitrasari

shop-here-button-05

lux with hijup scarf

Lux with HIJUP Scarf

shop-here-button-05

arra scarves

Arra Scarves

shop-here-button-05

Tenant of The Month: Kami Idea

Published in Fashion Knowledge
by HijUp

kamiidea

shop-here-button-05In the light of 2016 fashion forecast, sculptural is named as one of the wide range of possible trend. Inspired by art sculpture and eco-friendly buildings, fashion adapts itself. Plenty elements of the architecture are assembled eclectically into something wearable.

The whole ensemble aspires to create clean, modern, experimental, and dystopian mood. The sculptural fashion materializes in structured design, decorative dimensional details, and fabric manipulation, to name a few. The sculptural simulacrum is visible in form of cocktail dress, office wear, skirts, blouse, even influencing the makeup (e.g. graphite white eyeliner) and accessories (constructive headpiece).

Established in 2009, Kami Idea sees themselves as a solution for active and dynamic women who wear hijab. The name of Kami Idea is derived from Bahasa means ‘we/us’ and Japanese means ‘God’, while ‘Idea’ was taken from English. Kami Idea consistently produces collections in mild colors and unique motives. Kami Idea was inspired by the beauty of Japanese origami folds, as visible on their collections donning origami-like accents in white and brown color.

sejarah celana palazzo

Sejarah Celana Palazzo

Published in Fashion Knowledge
by Laiqa Magazine

sejarah celana palazzo

Selayaknya tren fesyen pada umumnya, celana palazzo sempat pula mengalami pasang surut. Celana ini sempat menjadi tren di era ‘60an sampai era ‘70an. Namun sebenarnya Coco Chanel sudah duluan mengenakannya di tahun 1920-an saat liburan ke Venice, Italia. Uniknya, inspirasi ini didapatnya ketika menaiki gondola. Ia merasa dengan mengenakan celana akan lebih mudah untuk naik turun gondola.

Ketika itu perang dunia kedua baru saja berakhir. Berbagai paham mulai berubah, dan orang-orang mulai berpikir modern. Para wanita yang tadinya hanya diperbolehkan menjadi ibu rumah tangga, mulai mendapatkan kesempatan untuk bekerja di luar rumah dan berkreativitas. Perspektif terhadap dunia fesyen pun ikut berubah. Chanel mengubah pandangan konvensional terhadap pakaian wanita dan memasukkan unsur modern kedalam rancangannya.

Disaat para wanita di masa itu selalu mengenakan korset untuk membentuk tubuhnya, Chanel menggebrak dunia fesyen lewat rancangan yang loose fit. Ia berhasil menaikkan level dan menjadikan pakaian berpotongan loose menjadi high fashion. Sejak saat itu para wanita mulai terbebas dari korset. Para aktris Hollywood seperti Katherine Hepburn, Greta Garbo dan Marlene Dietrich pun mulai gemar mengenakan celana model ini di sela-sela syuting mereka. Di tahun ‘60an, masih ada beberapa restoran kelas atas yang berpikir konvensional dan tidak setuju akan adanya modernisasi di dunia fesyen. Mereka menolak untuk menerima pelanggan wanita yang datang dengan mengenakan celana. Lalu Yves Saint Laurent pun mengambil peranan penting dalam mengubah pandangan dunia tentang pengenaan celana untuk para wanita. Ia hadir dengan solusi rancangan celana loose fit yang menyerupai rok sehingga pantas digunakan untuk acara-acara formal atau evening wear.  Berkat YSL, sudah banyak wanita di kota besar yang mengenakan celana di keseharian mereka. Sejak saat itu, celana palazzo mulai menjadi salah satu must have items bagi para wanita di tiap generasi.

Celana palazzo adalah celana berpotongan super lebar, loose fit, dan umumnya menggunakan material bahan yang ringan sehingga memberikan kesan flowy. Celana ini agak ketat di bagian pinggang dan semakin melebar di bagian bawah. Material bahannya yang ringan membuat celana ini cukup populer ketika koleksi musim Spring/Summer tiba. Akan tetapi, beberapa desainer juga mengeluarkan celana model ini untuk koleksi musim Fall/Winter. Hanya saja yang membedakannya adalah dalam penggunaan bahan. Untuk koleksi Fall/Winter, material bahan yang digunakan lebih tebal.

Ingin tahu styling tips yang tepat sesuai bentuk tubuh dalam menggunakan celana palazzo? Klik di sini.