0 %

Hotel and Resto / CATEGORY ARCHIVES

IMG_1037

Artotel Jakarta Gelar Pameran Seni Kontemporer “Universe Behind The Doors”

Published in Hotel and Resto
by Hafsyah

Universe Behind The Doors adalah pameran seni rupa kontemporer yang diselenggarakan di dalam kamar hotel ARTOTEL Thamrin – Jakarta, sebagai hasil kolaborasi antara ARTOTEL Indonesia dengan Art Dept Id, dan didukung oleh Generation-G.

Pameran Universe Behind The Doors ini melibatkan 26 seniman muda kontemporer Indonesia, 5 pasang host, dan diselenggarakan di 5 kamar hotel ARTOTEL Thamrin – Jakarta yang berada di lantai Mezanine. Host yang berpartisipasi pada pameran ini adalah beberapa Public Figure dari berbagai macam profesi yang memiliki minat yang sama pada seni rupa. Pameran di dalam kamar dibuka untuk umum pada tanggal 22 – 23 Oktober 2016, dan selanjutnya pameran dilakukan di ARTSPACE, lantai Mezanine, pada tanggal 24 Oktober – 20 November 2016.

IMG_1037

26 seniman yang terlibat pada pameran ini terdiri dari 5 – 6 seniman muda yang dikelompokkan dalam satu konsep seni untuk ditampilkan dalam satu kamar hotel. Para seniman muda ini diseleksi oleh kurator Sally Texania bersama dengan team Art Dept Id.

Berikut ini adalah konsep karya seni dan kelompok seniman yang berkolaborasi dengan host-nya masing-masing disetiap kamar:

  1. Dian Sastrowardoyo & Maulana Indraguna, artis film dan pasangannya, berkolaborasi dengan 5 seniman muda untuk menampilkan karya seni di kamar pertama. Kamar ini hadir sebagai sebuah ruang seni bernafas urban, di mana Adi Stereoflow, Bayu Widodo, Muchlis ‘Muklay’, Muhammad Vilhamy, dan Erwin Windu mengusung karya seni mereka yang menggunakan idiom maupun ekstraksi yang berbeda-beda dari ‘visual jalanan’.

  1. Diaz Parzada & Wilsen Willim, yang berprofesi sebagai pengamat seni dan fashion, berkolaborasi dengan para seniman di kamar kedua. Seni yang diisi pada kamar kedua ini dipenuhi oleh para perupa yang sebagian besar pengkaryaanya terjadi di Jakarta dan dikenal karena telah lama berjibaku dengan kemampuan meleburkan kesenian ke dalam pekerjaan ‘harian’nya. Aditya Pratama, Deya Ayu, Puji Lestari, Sarita Ibnoe dan Kendra Ahimsa, menunjukkan kekhasannya melalui media yang pernah dianggap sekunder, yaitu seni ilustrasi dan craft-based.

  1. Adhika maxi & Karen Carlotta, pasangan Chef pemilik Union Brasserie mendapatkan kamar ketiga, yang dipenuhi oleh para seniman yang memiliki kecenderungan menghabiskan mayoritas proses kreasinya di dalam studio. Sekarputri, R. Yuki Agriardi, Antonio Sinaga, Tara Astari, dan Argya Dhyaksa menggunakan kode visual yang dengan sengaja diulang serta melakukan pendalaman pengelolaan terhadap media tertentu.

  1. Andien Aisyah & Ippe Wahyudi, musisi Jazz dan pasangannya menempati kamar keempat. Mewakili text-text kekinian, kamar keempat memuat karya dengan perhatian khusus pada pengelolaan media baru. Ruang keempat menghadirkan karya dari Fluxcup, Narpati Awangga ‘Oomleo’, The Secret Agents, Faisal Rahman ‘Icaldis’, dan Nurrahmat Widyasena ‘Ito’ sebagai bentuk respon ‘nakal’ mereka terhadap isu budaya dan teknologi yang tengah berkembang.

  1. Leonard Theosabrata & Irene Yuliana, pendiri bengkel kreatif Indoestri dan pasangannya mendapatkan kamar kelima, antara lain Evelyn Pritt, Zia Fauziana, Endira F Julianda, Patriot Mukmin, Iabadiou Piko, dan Rega Ayundya Putri. Konsep seni yang digunakan pada kamar ini , menggunakan nuansa hitam dan putih yang menjadi elemen paling dasar dalam membuat ilusi terang dan gelap, mengelola komposisi visual dengan keterbatasan dua warna tersebut.

    IMG_1046

Erastus Radjimin, CEO ARTOTEL Indonesia mengatakan: ‘’Setelah melewati proses persiapan selama 6 bulan, kini dengan bangga kami persembahkan pameran seni rupa kontemporer di kamar hotel yang diselenggarakan pertama kali di jaringan hotel ARTOTEL Indonesia. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang terlibat, Art Dept, 26 seniman muda yang terlibat, 5 Public Figures yang telah meluangkan waktunya untuk berpartisipasi pada pameran ini, dan juga dukungan penuh dari Generation G. Kami yakin kolaborasi ini dapat terwujud karena adanya visi dan misi yang sama untuk mengangkat seni kontemporer Indonesia menjadi berkualitas dan bertaraf Internasional, serta memberikan dukungan penuh untuk kreatifitas para seniman muda Indonesia.

Amalia Wirjono selaku pendiri Art Dept Id menjelaskan, bahwa sebagai visi utama Art Dept Id, yaitu memperkenalkan tahap mengkoleksi benda seni secara dini, Universe Behind The Doors dapat mendekatkan jarak antara karya seni dengan audiens baru.

5 Rekomendasi Makanan Unik di Jakarta

by Della Lineri

Kuliner Indonesia tak pernah kehabisan cara untuk memanjakan lidah kita. Selalu ada yang baru dan inovatif dari makanan Nusantara, baik ‘modifikasi’ makanan tradisional hingga adaptasi kuliner asing. Kalau kamu sedang mencari alternatif makanan yang tak hanya lezat tapi unik, simak lima rekomendasi makanan unik di Jakarta berikut ini:

  1. Sate Taichan Senayan

sate

Keunikan sate ini adalah rasanya yang berbeda dengan sate yang selama ini kita kenal. Sate taichan adalah sate ayam atau kambing yang dibakar serta disajikan tanpa bumbu kacang dan kecap. Pun begitu, sate taichan tetap kaya cita rasa dengan perasan jeruk nipis, garam, dan bumbu khusus lainnya. Rasanya unik, paduan asin dan masam yang berpadu dengan sambal ekstra pedas dari cabai rawit pilihan. Temukan keunikan cita rasa sate taichan di sepanjang Jalan Patal Senayan, persis di seberang gerbang Stadion Madya Senayan.

 

  1. Pancong Bro

pancong

Indonesia punya ragam jajanan yang tak kalah menggugah selera. Salah satunya adalah kue pancong. Kue pancong adalah kue khas Betawi yang terbuat dari santan dan parutan kelapa. Kue ini dimasak dengan loyang khusus, kemudian disajikan dengan taburan gula pasir. Rasanya manis-gurih dari santan dan kelapa serta taburan gula pasir yang renyah. Namun kini kue pancong mengalami modifikasi kekinian dengan aneka topping dan rasa modern. Kue pancong ini cocok menjadi pilihan dessert atau camilan sambil bersantai bersama teman. Kunjungi Pancong Bro di Jalan Kebon Jeruk Raya No. 13, Kemanggisan Jakarta Barat.

 

  1. Martabakku Menteng

martabak

Popularitas martabak meningkat pesat akhir-akhir ini dengan berbagai variasi topping manis seperti Nutella, Toblerone, hingga Kit Kat. Martabakku Menteng menghadirkan inovasi martabak asin yang lain daripada yang lain, seperti daging asap, ikan tuna, dan lain-lain. Menariknya lagi, kamu bisa memilih tingkat kepedasan yang menggoyang lidah. Jangan lewatkan juga topping keju mozzarella yang lumer di mulut! Martabakku Menteng berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No. 1 Menteng, Jakarta Pusat.

 

  1. Kedai Roti Bakar Keibar

keibar1

Kedai roti bakar yang satu ini tengah ramai diperbincangkan dan disebut-sebut sebagai ‘The Next Roti Bakar Eddy’ yang terkenal. Keibar, yang merupakan singkatan dari kedai roti bakar menyajikan ragam menu khas warung roti bakar dengan berbagai sentuhan modern. Seperti misalnya fetuccimie, yaitu mie instan yang direbus dengan kuah susu. Menariknya lagi ada mamidas (makan mie pedas), dengan beberapa level kepedasan. Coba juga roti bakar dengan aneka topping dan selai, seperti; cokelat Silver Queen, sereal buah, es krim, dan lain-lain. Kunjungi Keibar di Jalan Alternatif Cibubur Km. 1 Jakarta Timur.

 

  1. Hotang (Hot Dog Kentang)

hotang

Kuliner satu ini sebenarnya merupakan street food impor yang dikenal sebagai corndog. Namun di Indonesia, sosis yang begitu identik dengan hot dog mendorong penamaan makanan ini menjadi hot dog kentang (hotang). Hotang adalah sosis yang dibalur tepung, kemudian digulung kentang, lalu digoreng garing. Sosisnya pun tersedia dalam berbagai ukuran (kecil, sedang, besar) dan rasa (biasa, keju, black pepper) dengan harga bervariasi antara Rp7000-Rp15.000. Hotang dijual secara waralaba melalui gerobak-gerobak kaki lima yang mangkal di berbagai sudut kota Jakarta.